Jumat, 31 Oktober 2014

DAMPAK NEGATIF MENGGUNAKAN LAPTOP TANPA BATERAI

Pernahkah anda menggunakan laptop dengan AC Power tanpa baterai?

Berikut lebih jelasnya bahaya menggunakan laptop tanpa baterai :
Menyalakan laptop dengan AC power dengan kondisi baterai dicopot dapat mempercepat kerusakan komponen elektronik dalam laptop, karena komponen-komponen tersebut akan menerima tegangan dan arus listrik yang berlebihan.

Menyalakan laptop dengan AC power dengan kondisi baterai dicopot tetapi menggunakan stabilisator/UPS sedikit banyak juga dapat mempercepat kerusakan komponen elektronik dalam laptop karena tegangan dan arus listrik akan langsung menuju ke komponen di dalam laptop tanpa melalui penyesuaian tegangan (voltage converter) dan sirkuit pengatur (regulator circuit).
Kalo misalkan listrik tiba-tiba mati dan laptop anda juga ikut mati mendadak, dan hal itu terjadi beberapa kali efeknya adalah Hard Disk, RAM, Processor bisa rusak.
Sebelum mati listrik, laptopmu sudah terancam duluan, karena kalo listrik tempat kita colokin adapter gak sehat, maka listrik tersebut bakal merusak hardware laptop secara langsung, jelas masih mending pasang baterei, karena paling buruk baterainya aja yang ngedrop ketimbang hardware lainnya yang mati.

Melepas baterai hanya untuk bila laptop tidak digunakan lebih dari 3 hari. Baterai juga bisa di lepas jika pemakaian lebih dari 12 jam nonstop, dengan socket listrik yang menempel. Kalo hanya untuk pemakaian sehari-hari sebaiknya memakai baterai, buat menghindari kehilangan data dan kerusakan system apabila listrik mati tiba-tiba. Baterai yang terpasang juga melindungi hardware dan juga modul-modul hardware lainnya dari lonjakan listrik yang ekstrim, misalnya akibat ada petir yang menyambar.

Karena itu, sebisa mungkin jangan melepas baterai dari laptop anda. Sebab, selain menyimpan daya,baterai juga bertindak menyesuaikan arus listrik yang masuk ke komponen-komponen laptop agar tidak berlebihan.
Banyak orang yang membuka batrai laptop selama sebulan lebih gak dipakai, ternyata saat di pasang malah drop habis, alias gak bisa di pakai lagi batrai laptopnya, jadi terpaksa main sambil ngecas laptop.


Singkat kata :
Rangkaian Mainboard laptop telah didesain dengan sempurna..... jika laptop mengalami suhu panas yang tinggi, maka dirinya akan melakukan pematian dirinya atau bisa juga hank tanpa harus terjadi kerusakan yang parah.... terjadinya kerusakan parah dikarnakan human selalu berulang-ulang membiarkan warning yang telah dilakukan laptop.


Dan jika baterai yang kita charging telah posisi 100%, maka firmware secara otomatis OFF...tidak melakukan pengecasan sebelum % menurun.
Jadi backup yang maximal ketika kedua sumber Power utama dipergunakan, teknologi loadbalancenya membuat sirkuit sehat dan laptop awet. termasuk salah satu point kita menghindari kerusakan laptop yang akan memakan biaya ratusan ribu, bahkan jutaan rupiah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar